-
Paddle dan Makna Sosial Baru: Jalan Pintas Eksistensial di Tengah Kota yang Lesu
Di sela-sela gedung perkantoran dan kafe artisan Jakarta Selatan, ada lanskap baru yang menyebar intens : lapangan paddle. Kemunculanya bukan sekadar menjadi arena olahraga, melainkan telah menjadi panggung sosial, tempat berolahraga sekaligus tempat untuk “dilihat”. Paddle tumbuh bukan melalui… Continue reading
-
Narasi Ketenteraman Semu: Kekuasaan, Krisis, dan Budaya Pengingkaran
Dalam logika kekuasaan, krisis tidak selalu ditanggapi sebagai keadaan yang harus segera diatasi. Terkadang, krisis adalah sesuatu yang harus disembunyikan. Sebuah gejala budaya yang sering muncul di negara-negara dengan struktur kekuasaan hierarkis dan simbolik—di mana keterbukaan bukanlah kebajikan, dan kerapuhan… Continue reading
-
Politik dalam Pixel, Antara Citra, Konten, dan Kesadaran Publik
Kekuasaan, hari ini tak lagi dibangun sepenuhnya dari ketetapan ideologis atau keberhasilan struktural. Era visual menumbuhkan fenomena, bahwa kekuasaan bisa tumbuh melalui impresi dan sinyal emosional. Politik tidak lagi berdiri di podium, tetapi hidup di layar ponsel, di antara… Continue reading
-
Narasi “Pihak Asing” dan Budaya Kekuasaan yang Mengasingkan Kritik
Kritik dalam masyarakat demokratis seharusnya menjadi cermin untuk perbaikan, tetapi dalam banyak kasus di berbagai rezim, kritik justru diasosiasikan dengan ancaman. Dalam berbagai momentum krisis atau tekanan terhadap legitimasi kekuasaan, seringkali muncul pola naratif dari penguasa yang menyalahkan “pihak… Continue reading
-
Tubuh yang terus diukur dan Jiwa yang terus dipinggirkan
Kita hidup dalam dunia yang menuntut tubuh untuk selalu dapat dibaca, dievaluasi, dan dimaksimalkan. Teknologi pelacak aktivitas fisik seperti smartwatch, aplikasi kesehatan, dan sleep tracker kini menjadi alat sehari-hari yang melampaui fungsi medis. Mereka tidak hanya hadir sebagai alat bantu,… Continue reading
-
Konsumerisme atas nama Lingkungan dan Pemberdayaan, Realitas atau Ilusi?
Di antara deretan botol shampoo bertuliskan “tanpa paraben,” baju-baju dengan label “sustainable cotton,” dan iklan parfum yang mengangkat pesan “empowerment for all,” konsumen modern berjalan menyusuri lorong penuh pesan-pesan janji. Etika, kini bukan sekadar nilai moral atau keputusan kolektif, melainkan… Continue reading





